Search
Jumlah Pengunjung
Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Kemarin Lusa:
96
138
147

-9

Total
Jumlah Pengunjung 105 390
Konsultasi
Karier

Lowongan Pekerjaan :

Teknisi Laboratorium

News Flash

Sejak 20 tahun yang lalu Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) telah mengembangkan bibit sawit klonal melalui teknologi kultur jaringan. Berkat hasil pengembangan teknologi tersebut, nama BPBPI berada di hati para peneliti Sampoerna Agro, Tbk. dan menggema seantero perusahaan besar tersebut. Mengapa demikian karena klon sawit yang dihasilkan BPBPI dan ditanam di Kebun Surya Adi, performanya luar biasa. Tanaman yang ditanam pada tahun 2010 kini telah berbuah dan buahnya rata-rata berukuran besar dan semuanya normal. Abnormalitas tidak terjadi baik pada pertumbuhan vegetatif maupun generatifnya. Apa kesan mereka? LUAR BIASA BAGUSNYA. Dalam rangka kunjungan ke kebun Surya Adi sebagai Anggota Tim Penilai Pelepasan Varietas (TP2V), Deptan, Ir. Darmono Taniwiryono, MSc., PhD, menyempatkan foto bersama dengan anak kesayangannya tersebut (lihat gambar). Disebutnya sebagai anak kesayangan karena bahan tanaman tersebut dikirim ke kebun saat Pak Darmono masih menjadi kepala Balai. Tim peneliti pengembang sawit klonal BPBPI tersebut terdiri dari Ir. Sumaryono, MSc., Ir. Imron Riyadi, MSc. (keduanya masih aktif) dan Dr. Jimmy S Tahardi (purna tugas dari BPBPI).

Teknologi kultur jaringan kelapa sawit BPBPI berbeda dengan teknologi lainnya karena menggunakan metode perendaman sesaat (Temporary Immersion System) yang ditempat lain baik di Indonesia maupun Malaysia belum pernah ada. Murni karya anak bangsa karena pengembangan teknik produksi sawit klonal BPBPI tidak ada input teknologi dari luar negeri. Tentu teknik ini sudah dipatenkan. Perusahaan besar lainnya di Indonesia menunggu giliran untuk mengadopsi teknologi ini.

Admin & DARMONO TANIWIRYONO, PhD