Search
Jumlah Pengunjung
Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Kemarin Lusa:
71
143
125

+18

Total
Jumlah Pengunjung 107 822
Konsultasi
Karier

Lowongan Pekerjaan :

Teknisi Laboratorium

News Flash

Gelar Teknologi Biostimulan Citorin di desa Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jabar 22 September 2014.

Biostimulan Citorin temuan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) terbukti mampu meningkatkan produksi padi dari 7,1 ton/ha menjadi 8,3 ton/ha di lahan milik Bapak H. Asep desa Cilamaya Wetan, Kab. Kerawang, Jawa Barat. Produksi padi ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata produksi padi di Jawa Barat yang hanya 5,9 ton/ha seperti yang dilaporkan BPS RI.

Biostimulan Citorin ditemukan oleh Dr. Djoko Santoso, peneliti senior BPBPI. Penelitian Dr. Djoko Santoso menemukan metode ekstraksi canggih yang bisa mengambil zat pengatur tumbuh dari bahan organik asli Indonesia. Larutan hasil ekstraksi ini mengandung zat pengatur tumbuh dalam konsentrasi tinggi dan terbukti memberikan efek positif bagi tanaman.

Penelitian dan pengujian Citorin baik di laboratorium, rumah kaca, maupun di lapang membuktikan bahwa aplikasi Citorin bisa meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan memperbaiki perkembangan generatif tanaman. Uji coba di desa Cilamaya Wetan merupakan satu dari 60 lokasi uji coba Citorin di 23 kabupaten yang tersebar di tujuh propinsi di seluruh Indonesia. Hasil uji coba dari 20 lokasi yang sudah panen menunjukkan bahwa Citorin bisa meningkatkan produksi padi rata-rata sebesar 1,57 ton/ha atau 25%. Padi yang diberi aplikasi Citorin menunjukkan keunggulan, yaitu jumlah anakan per rumpun meningkat 20%, jumlah anakan produktif meningkat 28%, bulir bernas per malai meningkat 7% dan bobot rata-rata 1000 bulir bernas meningkat 4%, serta rendemen beras meningkat dari 52% menjadi 59%.